Gen z bakal jadi orang tua gagal
Tulisan ini adalah transkip dari youtube guru gembul! Mohom bijak dalam menanggapi!
Assalamualaikum Selamat datang kembali di guru Gembul channel Sebenarnya saya tuh memiliki banyak sekali keresahan-keresahan yang terkait dengan Parenting terkait dengan pendidikan anak sekolah dan lain sebagainya tapi seperti yang Baraya lihat di channel Ini itu sebenarnya tidak banyak saya mengungkapkan keresahan-keresahan itu dan dibandingkan dengan tema-tema yang lain Kenapa karena setiap kali saya mau membuat tema-tema terkait dengan pendidikan anak saya selalu resah gemas marah dan pada akhirnya saya gagal untuk bisa membuat e narasi video yang bagus karena luapan emosi yang keterlaluan ya karena apa Karena kasus-kasus yang terkait dengan terhadap anak kemudian perundungan orang tua terhadap anak dan sebagainya Itu di Indonesia itu banyak sekali jadi ketika nulis berita Aduh langsung enggak kuat bahasnya gitu karena ini benar-benar mengesalkan tapi karena terus-terusan berulang misalkan dalam rumah tangga oleh ayah kepada anaknya Ayah kepada bayinya ayah kepada istrinya se Seperti yang kemarin ada bapak-bapak yang masih muda dan katanya pengusaha apa segala rupa sampai melakukan persekusi kekerasan dan KDRT kepada istrinya sendiri dan kemudian anaknya juga kena gebuk ya hal yang semacam itu tuh seperti menjadi sarapan setiap hari itu di Indonesia tuh Kok saya saya mikirnya gini Baraya bahwa keinginan atau dorongan laki-laki untuk melindungi wanita atau untuk tidak melakukan kekerasan pada wanita itu sebenarnya bukan konstruksi sosial tetapi itu adalah dorongan naluria jadi dalam evolusi seksual juga sebenarnya ada penjelasan yang logis Kenapa laki-laki cenderung tidak mau menyakiti wanita atau cenderung untuk melindungi mereka Jadi ini sebenarnya sepenuhnya adalah masalah insting masalah naluriah gitu bukan konstruksi sosial tapi kok sampai ada gitu yang mau melakukan kekerasan bahkan sampai segitunya gitu nah saya pikir ini sudah benar-benar keterlaluan kalau dia Stres kalau dia tertekan kalau dia gila kalau dia sampah berarti itu kesampahannya k ya kestresannya sudah melampaui batas sedemikian sehingga bahkan naluri yang sangat mendasar dari seorang laki-laki pun bisa dia tembus gitu Ini kan Nah Karena itulah maka ya bagaimanapun cepat atau lambat saya harus membuat video-video semacam ini bukan untuk makin menyiksa mereka dengan bulian-bulian bukan untuk membuat para tersangkanya itu semakin merasa bersalah dan sebagainya yait Ma urusan yang nanti tapi saya ajak Baraya untuk belajar untuk Bagaimana menjadi manusia Bagaimana menjadi orang tua Bagaimana memenuhi peran gender masing-masing dan hal yang semacam itu gitu Jangan sampai karena gini Baraya soal peran gender peran orang tua dan sebagainya Itu dampaknya bukan hanya pada kita hari ini gitu tetapi bisa pada generasi selanjutnya bahkan berakumulasi pada generasi-generasi selanjutnya sehingga menghasilkan sebuah tradisi yang rusak gitu dan di Indonesia kita melihat ada banyak sekali tradisi-tradisi yang rusak terkait dengan kesalahan dalam memahami gender kesalahan dalam memahami peran laki-laki dan perempuan di rumah tangga dan sebagainya nya ee misalkan hal yang sederhananya begini saya adalah guru kemudian mengajar ke anak-anak anak-anak gini ya ayo kita belajar aktif belajar apa Nah ternyata anak-anak itu susah sekali untuk aktif bahkan untuk mengajukan pertanyaan mengajukan pendapat begitu Susahnya kalau misalkan di dalam kelas Kenapa terjadi seperti itu karena sejak kecil di pengasuhan oleh orang tuanya si anak itu diabaikan ketika mereka bertanya diabaikan mereka ngajak main diabaikan bahkan seringki saya ngelihat anak-anak menggelayut ke ibunya yang sedang sibuk curhat ngobrolin orang lain ngobrolin belanjaan dan sebagainya si anaknya menggelayut minta perhatian si orang tuanya ngomong terus terus pas si anaknya udah terus-terusan dimarahin Hei kamu tuh diam atuh ngeganggu terus terus ngobrol lagi sama temannya itu banyak sekali hal-hal yang semacam itu itu sampah itu itu mentalitasnya adalah mentalitas yang sampah tapi sudah menjadi sesuatu yang umum atau misalkan kita saya saya juga menemukan di sekolah gitu ada anak yang buang sampah sembarangan kemudian dilap sama temannya Pak itu buang sampah sembarangan dia tuh langsung marah-marah ke temannya Enggak ih saya mah enggak langsung sumpah serapah apa segala rupa enggak kenapa bisa seperti itu padahal dia terbukti dan dilihat oleh orang banyak dia buang sampah sembarangan alasannya sebenarnya sangat sederhana jadi sewaktu kecil dia dididik oleh orang tua yang salah jadi ketika dia melakukan kesalahan misalkan waktu kecil ya mecahin gelas atau misalkan bikin kekotoran dan sebagainya sama orang tuanya dimarahin habis habis-habisan yang kemudian membuat ada penanaman dalam dirinya bahwa kalau saya melakukan kesalahan maka saya dimarahin habis-habisan maka setiap kesalahan yang dia lakukan Dia pasti lepas tanggung jawab pasti dia cari kesalahan orang lain pasti dia ngeles luar biasa dan dia tidak mengakui kesalahannya ternyata sesederhana itu jadi ketika ada orang di Indonesia yang enggan bertanggung jawab tidak mau disalahkan walaupun dirinya salah kemudian tidak mau aktif dalam berbicara cuma ngomong di belakang dan sebagainya Itu adalah masalah dari pendidikan orang tuanya jadi ya saya tuh kesal saya tuh marah tapi ini memang harus disampaikan gitu jadi ya Saya harap sih Baraya nonton video ini sampai tuntas Karena untuk Baraya yang akan menjadi orang tua untuk Baraya yang sekarang jadi orang tua ini adalah sesuatu yang sangat penting ada banyak sekali masalah-masalah dalam pendidikan orang tua kita rumah tangga kita dan itu kita harus perbaiki dari sekarang simak videonya Yuk kita mulai kita akan bahas tentang 10 kebiasaan yang seharusnya dilakukan oleh orang tua tetapi justru malah tidak dilakukan di Indonesia Jadi maksudnya secara umum masyarakat Indonesia malah gagal untuk mendidik atas 10 poin ini 10 poin itu apa yang pertama itu adalah pengabaian seperti yang tadi dijelaskan sebelum intro ini masyarakat kita orang tua kita itu benar-benar gemar untuk mengabaikan anaknya sedemikian sehingga mereka itu menciptakan sebuah tradisi bahwa anak yang baik itu adalah anak yang kalem anak yang anteng anak yang diam anak yang tidak ngapa-ngapain itu disebutnya baik sedangkan anak yang aktif anak yang bertanya dan sebagainya Itu cenderung disebut sebagai anak nakal dan Biang Kerok nah ini masalah utama jadi rumusnya sederhananya begini baray ya ketika seorang anak baru dilahirkan dia berupaya untuk mengenali Bagaimana caranya hidup kemudian ketika dia sudah mulai bisa berkata-kata sudah mulai bisa berjalan maka ada transformasi besar di dalam otaknya ada neuron-neuron yang berusaha untuk menghubungkan satu sama lain dan bagaimana ekspresi dari upaya si otak untuk menghubungkan nyuron-nyuron itu ketika si anak itu mulai bertanya Ini apa Kenapa begini Ini teh bagus Apakah ini kuat Oh itu Mamanya ini anaknya papanya yang mana dan sebagainya Nah si anak itu berusaha untuk bertanya jadi ada sekitar 300 sampai 400 pertanyaan yang diajukan oleh anak setiap harinya dan orang tua itu wajib menanggapi semuanya kalau memang mau anaknya pintar tapi yang terjadi adalah kebanyakan dari anak-anak itu Justru malah disuruh diam disuruh bungkam ketika dia bertanya mengajukan pertanyaan itu orang tua merasa sangat keberatan Dan mereka memilih untuk mengabaikannya bahkan ada di kolom komentar ada di media-media pertanyaan pertanyaan kepada para ahli dok gimana anak saya banyak bertanya gimana cara mengakalinya Gimana cara ininya kok Ditanyanya kayak gitu ya kalau misalkan Baraya adalah orang tua kemudian punya anak dan si anak itu memang harus hidup maka dia itu harus pintar dan bagaimana caranya menjadi pintar Bagaimana cara bertahan hidup ya dengan banyak bertanya kan dia baru muncul di kehidupan dia baru muncul di dunia ini ya wajar kalau misalkan dia membutuhkan banyak sekali informasi-informasi yang terkait dengan kehidupannya itu di al sama orang tuanya sendiri ditahan sama orang tuanya sendiri akhirnya apa si anak-anak itu jadi pendiam tidak bisa mengeksplorasi diri tidak bisa menyampaikan pendapatnya coba saya tanya kepada Baraya sekarang di sini Berapa banyak orang yang punya ide punya pemikiran punya gagasan tapi pas menyampaikannya tu kok enggak enggak bisa gimana ya saya kok enggak bisa ngomong gitu bahkan ketika ngomong tuh jadi belibet ke sana kemari gitu tidak bisa fokus pada tujuan tidak bisa menyampaikan dengan sangat baik kan kalaupun misalkan ada yang bisa menyampai kan orang lain enggak ngerti dia ngomong apa gitu banyak kan di antara Baraya yang seperti itu karena apa Karena sejak kecil Baraya ngomong Baraya berusaha untuk menciptakan keterampilan-keterampilan dalam hidup dijegal nah jangan salahkan orang tua Baraya tapi Baraya sudah tahu itu jangan pernah lakukan itu kepada anaknya ketika Baraya punya anak ketika Baraya misalkan punya keturunan ajari mereka atau setidaknya enggak usah ajarin lah mereka sendiri akan bertanya dan Baraya silakan jawab sebisanya kalau Baraya tidak bisa menjawabnya ajak dia ke pusat-pusat informasi atau ajak mereka untuk mengakses informasi kan ada di tiktok di YouTube dan sebagainya jangan nonton yang joget-joget enggak jelas juga tapi silakan jadikan itu sebagai edukasi buat anak-anak kita biar otaknya tersambung biar nanti mereka jadi pintar bahkan enggak usah disekolahin pun mereka jadi pintar karena sejak awal Mereka sudah terbiasa dengan ilmu pengetahuan dan sudah terbiasa dengan relasi yang terbentuk antara Baraya dengan anak-anak itu itu yang pertama Ya ini penting sekali jadi ketika misalkan punya anak jangan pernah diabaikan ketika mereka bertanya ketika mereka butuh perhatian langsung ini yang keduanya itu adalah ajarin mereka tentang kepemilikan nah ini satu di antara 10 masalah orang tua di Indonesia di mana orang tua di Indonesia justru tidak banyak mengajarkan tentang kepemilikan anak dampaknya apa coba Baraya hitung ya sekarang ya itu kelakuan masyarakat Indonesia itu gini kalau nginp di hotel bahkan ketika orang kaya sekalipun handuknya dibawa ketika lihat kuburan Cina ada pagarnya pagarnya dicolong ketika codplay konser di Indonesia gelangnya dibawa dibawa pulang ketika ada truk bermuatan sesuatu kemudian jatuh kecelakaan di jarah diambil juga kayak gitu nah ini adalah perilaku masyarakat kita ketika kita dapat uang Desa dipakai buat nikahan ketika misalkan ada pernikahan pernikahannya disimpan di tengah jalan gitu hajatannya disimpan di tengah jalan sampai bikin orang lain ma chat Kenapa sih seperti itu ya yang korupsi Ya tentu saja yang seperti itu cuman balik lagi pertanyaannya Kenapa sih seperti itu karena masyarakat kita itu enggak ngerti soal kepemilikan bahwa ini punya saya ini punya orang lain bahwa setiap apa yang saya miliki itu saya dapatkan setelah saya mengorbankan sesuatu yang lain ada kompensasi di situ bahwa ketika saya memberikan kepada orang lain itu adalah sesuatu yang baik tetapi jelas setelah diberikan kepada orang lain itu milik orang lain sebelumnya itu adalah milik kita nah hal-hal yang semacam itu semestinya diajarkan kepada anak-anak kita ada enggak di antara orang tua-orang tua kita yang mengajarkan hal yang semacam itu dulu banyak orang tua-orang tua kita ngajarin semakin ke sini semakin sedikit yang seperti itu saya Saya pernah waktu kecil ngalamin kejadian jadi ayah dan ibu saya tuh sebenarnya tidak kaya relatif miskin lah ya saya mohon maaf ya kepada ibu bapak ya relatif miskinlah pada waktu itu tapi kebiasaan yang yang orang tua saya yang ibu saya ukan itu adalah bahwa saya tuh selalu dikasih mainan saya kemudian mengidentifikasi bahwa inilah salah satu yang membuat saya itu bisa mempertahankan kepenasaranan saya gitu dan terus-terusan menambah isi otak kepala saya gitu karena apa Karena orang tua saya tuh selalu terus-terusan ngasih mainan kemudian Nanti dari situ ada dibikin ceritanya gitu dan lain sebagainya nah suatu kali orang tua saya tu memberi saya gimbat mainan gimbot kayak dulu Tetris gitu ya harganya Rp22.000 ka saya beli bareng sama orang tua saya nah ketika si gimbot itu ketahuan sama anak tetangga saya teman saya itu dia langsung minjam awalnya bentar makin lama makin lama lama lama dan pada akhirnya si anak itu minjamnya terus-terusan lebih lama durasinya daripada saya main game itu sendiri gitu lama banget dan konsentrasi banget kayak gitu dan ketika Diajak pulang sama orang tuanya dia marah pengin dibeliin itu pengin dibeliin itu gitu kan akhirnya Ya apa boleh buat sih orang tuanya juga membelikan dengan merek yang lebih bagus dengan harga yang lebih mahal r34.000 kalau saya Rp22.000 karena bukan hanya Tetris ternyata di situ ada lebih banyak permainannya Apa yang terjadi ketika saya melihatnya dan Saya pengin pinjam enggak boleh ini mah karena sama Mama enggak boleh dipinjamin sama orang lain dan akhirnya saya enggak Pinjam sama sekali gitu Nah itu ini adalah pendidikan yang gagal soal kepemilikan gitu jadi ketika dia meminjam Dia merasa bahwa itu adalah miliknya sendiri tetapi ketika dia sudah menjadi miliknya sendiri dia tidak paham tentang Apa arti meminjam gitu dan dan banyak kejadian-kejadian seperti itu saya yakin bukan hanya saya yang mengalaminya tapi banyak di antara baya yang juga mengalami hal yang semacam itu karena apa Karena ini adalah salah satu fenomena kegagalan pendidikan orang tua kepada anak dari 10 saya cantumkan ini nomor dua karena ini dampaknya sangat besar yaitu apa soal kepemilikan nanti Baraya jadi koruptor nanti Baraya jadi tukang ngambil hak orang lain itu Baraya kurang merasa bersalah bahkan ketika Baraya jenggol nya panjang jadi imam masjid tapi korupsi tetap berjalan Kenapa karena merasa bahwa kepemilikan itu konsepsi kepemilikan itu Baraya enggak pahami gitu kan gitu ya itu yang kedua kemudian yang ketiga pendidikan yang harus diajarkan orang tua kepada anaknya tapi di Indonesia jarang sekali dilaksanakan itu adalah pendidikan terkait dengan lingkungan hidup ya Baraya tentu saja mengetahui jadi balik lagi ke pengalaman saya waktu kecil ee saya diajak pergi untuk bayar e PLN oleh ibu saya jadi naik angkot ke suatu tempat di angkot itu ada ada anak lain bersama ibunya si anak itu lagi makan apalah makan cemilan jajanan yang semacam itu setelah habis kemudian si ibunya bilang buang buang buang jadi bungkusnya itu dibuang dan dibuangnya ya di angkot itu gitu jadi buang sampah sembarangan itu bukan hanya tidak dilarang di Indonesia tapi diwajibkan diajarkan sama orang tua-orang tua kita gitu makanya banyak di antara orang tua kita yang kerjaannya adalah ngumpul-ngumpulin sampah Udah dikumpulin dibakar gitu kan kemudian nanti ngajarin ke anaknya ini tolong buangin sampah yang sudah sekerresek itu ke sungai gitu itu diajarkan sama masyarakat kita itu dan dampaknya apa dampaknya ya lingkungan kita rusak lingkungan kita kotor lingkungan kita menjadi tidak lagi ramah dengan kehidupan jadi kan sebenarnya masa terhadap lingkungan itu adalah sama seperti kita itu menaiki sebuah perahu kemudian kita menggali perahu itu gitu sampai bolong akhirnya ya kita tenggelam gitu jadi terhadap lingkungan itu kita ngerusak-ngerusak akhirnya dia juga balik nyerang ke kita dan kitanya tidak bisa berbuat apa-apa lagi kalau misalkan sudah rusak gitu Nah makanya pendidikan terkait dengan lingkungan hidup itu sangat penting nah jangan sampai kita melihat fenomena di Indonesia anak-anak ada nemu pohon yang baru ditanam sama Pemkot gitu ditrotoar dijot-enjot gitu ya Terus kalau misalkan dia sudah gede buka lapak di pinggir jalan jadi pedagang kaki lima dipakuin diikat-ikat kayak gitu kan buat Pemilu nanti buat Pilkada dipakuin juga katanya mau jadi pejabat kalau jadi pejabat kan pasti sudah jadi orang kaya itu tapi pohon dipaku artinya Apa artinya kok dia sekaya itu tapi mentalnya mental cundang gitu kan banyak hal-hal yang semacam itu gitu ya Orang mereka enggak kepikiran soal lingkungan mereka enggak kepikiran soal pohon enggak kepikiran soal kucing enggak kepikiran soal atmosfer dan sebagainya yang mereka pikir kan ya hidup jalani aja apa adanya dan seterusnya dan seterusnya inilah yang akhirnya menjadi kacau jadi ajarin anak-anak itu terkait dengan lingkungan jadi misalkan sangat baik kalau di antara keluarga Baraya itu punya hewan piaraan tapi hewan piaraannya bukan hewan piaraan yang dikurung gitu justru hewan piaran yang bisa berinteraksi dengan manusia jadi anjing kucing gitu ya Yang semacam itu kalau kalau mungkin ya tapi kalau misalkan anjing doang tu sebenarnya juga kurang baik sih ya kalau Baraya Yang melihara anjing gitu ya mendingan sertakan kucing sebab kalau misalkan Baraya memelihara anjing saja Kemudian diajak ngasuh anak anjing tuh terlalu baik Jadi kalau sama kucing sama si bayi sama anak dipukulin dikuyil-kuyil Si Anjing itu kan relatif tidak melawan Jadi mendingan melihara kucing juga sebab kalau kucing tuh dikuyil-kuyil terus dia kesakitan dia tuh marah nyakar gitu Jadi ini untuk pendidikan kepada ee anak-anak bahwa ketika dia melakukan kekerasan pada orang lain dia akan mendapat balasan setimpal gitu Nah yang semacam itulah jadi punya peliharaan itu juga sebenarnya mendidik anak supaya memiliki mental yang baik atau misalkan ya tadi itu ee pelihara kelinci pelihara apa tapi jangan yang dikurung gitu kan kita tuh sangat sadis sebenarnya terhadap hewan-hewan itu jadi punya punya burung perkutut kan burung perkutut itu cukup besar tapi kandangnya kecil yang Bahkan dia mengepak sapnya aja enggak bisa tapi kita mah enggak peduli Enggak kepikiran soal empati gak enggak kepikiran soal Apakah dia kasihan atau enggak kan kan modalnya burung itu adalah dia terbang gitu coba terbangnya di halangi kan kasihan tapi kan kita enggak pernah kepikiran untuk itu yang penting mah c eh bunyi lucu dikonteskan gitu kan dapat duit puluhan juta gitu kan Ya ya mental-mental kayak gitulah kita tuh Makanya kalau misalkan Baraya jadi orang tua ajari anak-anak itu untuk bermental yang baik terhadap dengan lingkungan hidup dan e video ini Seharusnya saya menjelaskan 10 tapi durasinya kayaknya tidak memadai jadi saya Sebutkan saja sisanya ya jadi Baraya harus mengajarkan kepada anak-anak kita itu soal kejujuran soal kemandirian soal adab soal sopan santun kemudian ajak mereka untuk e mengakses informasi ditemani jadi nonton HP nonton TV itu ditemani ya kemudian tidak belajar untuk tidak menyakiti orang lain kemudian belajar e tentang peraturan- aturan kedisiplinan-kedisiplinan kemudian belajar anak atau Ajari anak untuk bergerak lebih aktif lagi ada banyak sih sebenarnya yang harus diajarin tapi eh durasinya pendek yang yang ingin saya tekankan adalah begini Bara e banyak semakin banyak anak-anak di Indonesia yang tidak mendapatkan pendidikan yang layak dari orang tuanya karena apa karena ternyata si anak-anak yang mau nikah di Indonesia untuk jadi calon orang tua itu calon orang tua yang bejat sejak awal gitu ya kayak kemarin itu yang nyiksain istrinya sendiri gitu kan itu si itu cowoknya tuh Padahal Cungkring kalau berantem juga kayaknya sama sesama cowok yang lain juga kayaknya enggak berani gitu ya cuman ya biar Kenapa banyak fenomena-fenomena yang seperti itu saya melihatnya sekarang Calon orang tuacalon orang tua kita itu memang buta untuk menjadi orang tua gitu jadi misalkan pas pacaran ya Pacaran aja terus habis gitu fokusnya itu tentang bagaimana cara menggerepe bagaimana caranya menikmati waktu Gimana caranya misalkan ngabisin duit gitu di bioskop di kafe dan sebagainya gitu kemudian pas ditanya tentang sesuatu yang serius ini kapan nikah ini bau serius enggak apa kemudian jawaban mereka ya Yang penting mah jalani aja dulu Nah itu orang bejat itu kayak gitu Jadi grepennya mau Apanya mau mainnya mau ditanya sesuatu yang serius mereka enggak mau tanggung jawab kalau misalkan ada yang seperti itu langsung aja putusin Jadi mereka tuh benar-benar enggak tanggung jawab kan terkait dengan hubungannya sendiri gitu kacau Nah jadi bor boro nanti punya anak boro-boro apa nanti jalannya aja jalani aja dulu Nikmati aja dulu Nanti kalau sudah bosan buang itu maksudnya kan gitu Setelah itu Misalkan mereka mikirin soal pernikahan tapi mikirin soal pernikahan itu adalah mikirin gimana caranya ngejilat mertua yang sekarang tidak serius dan Gimana caranya bikin resepsi yang gimana-gimana kan gitu doang gitu Adakah di antara mereka yang persiapan jadi orang tua Adakah di antara mereka yang baca-baca jurnal baca-baca buku baca-baca atau menghadiri seminar-seminar Parenting sedikit sekali sok seminar Parenting orang tua di Indonesia berapa Yang hadir Tapi bandingkan dengan berapa banyak yang pacaran di bioskop gitu kan kacau gitu jadi senang-senangnya ramai gitu tapi pas ditanya soal tanggung jawab ditanya soal apa mereka tutup mata tutup kuping Tutup mulut gitu makanya akhirnya generasi-generasi yang dilahirkan adalah generasi yang menjadi korban kekerasan dan kedunguan dari orang tua-orang tuanya gitu Jadi saya ingin menekankan satu hal yang beberapa episode lampus pernah saya tekankan jadi gini Bara reproduksi itu itu dilakukan oleh manusia maupun hewan Jadi kalau misalkan Baraya mau melakukan aktivitas seksual hewan juga bisa kalau misalkan Baraya mau ya main-main yang aneh-aneh forepay dan sebagainya Itu hewan-hewan juga banyak yang bisa seperti itu kemudian Baraya nanti punya anak juga hewan-hewan juga melakukan seperti itu yang membuat kita menjadi manusia dan membedakan dengan hewan lain adalah bahwa kita memberikan pendidikan yang bertanggung jawab kepada generasi sesudahnya jadi fokusnya itu adalah pendidikan bukan soal kawinnya dan aktivitas yang menyenangkannya itu bukan pendidik ya tanggung jawabnya setelah itu Baraya boleh bersenang-senang tapi setelah Baraya meyakinkan kepada diri sendiri bahwa Baraya akan bertanggung jawab terima kasih karena sudah menyimak saya guru Gembul asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Komentar
Posting Komentar