Ciri-ciri orang bermental miskin

 Tulisan ini adalah transkip dari youtube guru gembul! Mohom bijak dalam menanggapi!




 Assalamualaikum Selamat datang kembali di guru Gembul channel sama seperti di wilayah lain di negara lain di region lain bangsa kita itu sering terlibat dalam konflik horizontal tetapi Baraya sadar enggak bahwa konflik-konflik horizontal di Indonesia itu biasanya tidak mewakili kepentingan masyarakat tetapi mewakili kelompok-kelompok atau elit-elit gitu jadi misalkan ketika Pemilu kita tuh berantem berdebat saling hujat saling maki padahal bukan kepentingan kita gitu kita tuh membela misalkan A atau membela b atau membela C nah ketika a b c-nya sudah berkoalisi bersatu dalam satu pemerintahan Ya udah kitanya ternyata cari tuan yang lain gitu cari majikan lain cari orang lain yang kita bela habis-habisan kita bela mati-matian nanti setelah mereka bisa mencapai tujuannya dan kita tidak ya sudah kita cari lagi begitu aja seterusnya jadi politik seperti itu atau misalkan yang sekarang lagi seru tuh polemik nasab polemik Habib gitu ya nah orang-orang yang bersengketa itu bukan orang yang sama sekali memiliki kepentingan terkait dengan status itu tetapi orang yang pro terhadap orang yang memiliki kepentingan ini dan Pro terhadap orang yang memiliki kepentingan itu dan mereka berdebat hebat mereka apa ya Tapi demi majikannya gitu nah kita tuh kenapa selalu terlibat dalam konflik horizontal di mana kita tidak memiliki hubungan dan kepentingan yang langsung terhadap perebutan itu atau konflik itu nah jangan-jangan kita itu adalah memang budak atau mentalitas kita adalah mentalitas budak jangan-jangan tapi kalaupun jangan-jangan Saya akan sebutkan bahwa 98% orang yang nonton video ini itu adalah orang-orang yang bermentalitas budak jadi Apakah Baraya termasuk orang yang 2% atau yang 98% simak videonya sampai tuntas kalau Baraya termasuk orang yang 2% yang bukan mentalitas budak maka silakan tulis di kolom komentar Saya bukan orang bermental budak Yuk kita bahas suatu hari di sebuah sekolah bel pergantian jam pelajaran berbunyi kring atau ngek gitu ya Tergantung sekolahnya lalu datanglah km tergesa-gesa dari ruang guru untuk datang ke kelas dan menjumpai teman-temannya dia berseru dengan lantang jam pelajaran ini sekarang kosong karena si ibunya tidak hadir hri langsung semuanya gegap Gempita senang karena jam pelajarannya kosong dan orang-orang sudah memastikan bahwa tidak ada tugas pada hari itu senangnya luar biasa tetapi setelah Senang apa yang terjadi ya tidak terjadi apa-apa biasa aja jadi orang ngobrol sampai bosan orang guling-guling sampai bosan orang main Med sampai bosan udah selesai sampai di situ Artinya mereka tuh mendambahkan kebebasan mendapatkan kesenangan menginginkan bahwa mereka itu bisa melakukan apapun yang mereka mau Tetapi setelah mendapatkan kesempatant untuk itu mereka tidak melakukan apapun gitu jadi dikasih jam kosong Sudah jam kosong terus ya sudahah enggak ngapa-ngapain nah orang-orang yang seperti itu itu adalah orang-orang bermental budak contoh yang lain kasus yang lain ya Ee Baraya sudah lulus SMA sudah lulus pada jenjang sekolah Nah Baraya tinggal dikasih tiga opsi opsi yang pertama berwirausaha opsi yang kedua adalah bekerja opsi yang ketiga itu kuliah lagi nah Baraya bingung milih opsi yang mana sih Dan pada akhirnya Baraya menentukan pilihan mau kuliah lagi apa alasannya kalau kuliah saya memiliki waktu lebih lama lagi untuk dapat pasokan nafkah dari orang tua gitu ya kalau berwirausaha saya enggak tahu apa yang harus saya lakukan Saya bingung Saya belum mengerti kondisi pasar daripada yang seperti itu ya sudahlah yang pasti pasti aja memilih sesuatu yang pasti yaitu kuliah walaupun bebebani orang tua Apakah Baraya termasuk orang yang seperti itu kalau Baraya termasuk orang yang seperti itu maka Baraya masuk kategori bermental budak lah kok seperti itu penjelasan sederhananya gini Baraya beray juga jangan terlalu pesimis dengan istilah budak karena ini mah di masa lampau ya di masa lampau Budak itu tidak harus selalu buruk dan belum tentu bernasib buruk gitu lebih dari setengah budak-budak itu sebenarnya diperlakukan dengan baik-baik saja karena tuannya pun membutuhkan si budak itu Jadi maksudnya ada banyak di antara budak-budak itu yang didapatkan karena dia diculik dibegal atau misalkan menjadi korban kekerasan atau seringnya itu adalah tawanan perang kemudian dibawa dan dijadikan budak dan diperlakukan sesuka hati dari majikannya Tetapi ada juga dan banyak juga budak-budak itu memilih sendiri untuk menjadi budak karena dia memiliki pilihan yang lebih buruk atau opsi yang lebih buruk kalau tidak menjadi budak jadi misalkan di sebuah wilayah yang kering kerontang yang tidak memiliki sumber daya alam memadai maka banyak orang-orang yang memilih untuk menjual dirinya sendiri sebagai budak atau menjual keluarganya sebagai budak untuk tetap bisa mempertahankan kehidupannya Setidaknya kalau menjadi budak dia mendapatkan makanan dan minuman dari majikannya daripada dia tidak sama sekali akhirnya tidak menjadi apa-apa Nah itu awalnya seperti itu dan Jangan kira juga bahwa menjadi budak pasti menderita seumur hidup karena banyak sekali budak-budak yang justru mendapatkan status sosial yang luar biasa bahkan ada di antara mereka yang menjadi ratu bahkan ada di antara mereka yang menjadi raja misalkan kalau Baraya nonton beberapa film kolosal dari masa lampau misalkan ada budak yang diperistri menjadi selir kemudian dia melahirkan anak dari raja dan dia sendiri akhirnya menjadi ratu gitu ada yang seperti itu atau misalkan ada seorang laki-laki kemudian dia menjadi jenderal menjadi apa gara-gara awalnya adalah seorang budak gitu misalkan dalam sejarah islam itu ada Malik baibars itu dulunya budak eh jadi raja belakangannya gitu bahkan mendirikan sebuah dinasti yang namanya adalah dinasti budak karena seluruh e keluarga kerajaannya itu adalah latar belakangnya budak Jadi sebenarnya budak tidak selamanya buruk Tetapi yang harus digaris bawahi di situ adalah bahwa orang-orang bermental Budak itu berbeda dengan budak orang yang bermental Budak adalah orang yang tidak memiliki inisiatif bahkan ketika mereka memiliki kesempatan untuk Merdeka gitu jadi sama seperti tadi ketika ada siswa-siswa yang diberikan kemerdekaan 2 jam pelajaran kalian bebas melakukan apapun karena tidak ada guru yang akan mengawasi dan apa yang terjadi mereka NY Ris tidak melakukan apapun kalau Baraya misalkan dikasih waktu liburan dua pekan Baraya enggak ngapa-ngapain hanya Scroll tiktok hanya apa dan sebagainya Nah itu adalah salah satu karakteristik dari orang-orang bermental budak gitu Jadi mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan bahkan ketika mereka diberikan keleluasaan inilah yang membuat guru-guru di Indonesia ini sekarang resah dan galau ketika pemerintah menggalakkan kurikulum Merdeka jadi saya itu sering mensosialisasikan kurikulum Merdeka ke berbagai sekolah di penjuru Indonesia dan selalu ada cerita dan keluhan yang sama dari guru dan kepala sekolah yaitu apa kita susah untuk memerdekakan pendidikan dan pembelajaran karena siswa yang diberikan kebebasan pun tidak berinisiatif gitu jadi siswa kalau disuruh ngerjain tugas halaman sekian sampai sekian Mereka rajin tapi Yuk kita bikin projek Ayo kita pikirkan sama-sama apa yang bisa kita lakukan mereka tidak mau melakukan apapun ketika ada yang mau ditanyakan yuk kamu jadi gurunya Yuk kita kita berpikir bagaimana pembelajaran harus dilaksanakan mereka tidak berpikir tentang itu gitu karena apa Karena banyak siswa-siswa kita itu yang tidak mau berinisiatif tidak mau melakukan sesuatu kan kurikulum Merdeka itu berarti bahwa bahkan setiap siswa pun diperkenankan untuk terlibat pada perumusan dan manifestasi dari ide-ide kurikulum Merdeka jadi Yuk kita sama-sama bareng-bareng gitu untuk menyusun kurikulum Merdeka kemudian menjalankannya nah ketika menyusun dan menjalankannya mereka enggak mau karena penginnya disuruh sama sesuatu yang pasti dengan tanggung jawab yang pasti dengan komando yang pasti baru mereka melakukannya ketika mereka tidak mendapatkan itu maka mereka tidak melakukan apa-apa gitu atau mereka kebingungan saya sekarang ngapain ya gitu makanya di Indonesia banyak sekali orang-orang yang diberkahi oleh kondisi nganggur tapi mereka ngeluh padahal kan kan nganggur itu artinya dia punya waktu yang cukup banyak untuk bisa mengeksplorasi kemampuannya sendiri dan mulai berinisiatif untuk mencari peluang jadi nganggur itu sebenarnya bagus dalam kacamata itu tetapi kita mengeluh karena apa Karena tidak ada orang yang mengkomando kita untuk melakukan sesuatu jadi ketika tidak ada yang mengomando kita melakukan sesuatu kita tidak melakukan apa-apa karena apa Karena kita budak nunggu orang lain yang memiliki otoritas untuk menyuruh kita melakukan sesuatu maka kita melakukan sesuatu nunggu orang lain menentukan mana yang benar dan mana yang tidak benar maka kita mengikuti mana yang benar dan tidak benar itu Jadi kalau misalkan banyak orang-orang yang berdebat dengan saya mereka tuh enggak berdebat soal isinya soal kontennya tapi berdebat soal Anda ini siapa kok berbeda pendapat dengan orang itu jadi Baraya berpikir baik dan baik dan buruk benar dan salah tergantung pada otoritas si orang itu kalau ada yang berbeda dengan otoritas seorang itu Baraya akan marah dan merasa tersinggung kan aneh karena apa Kenapa enggak dia berpikir sendiri tentang benar dan salah kenapa dia tidak mulai mengkoreksi sumber-sumbernya Kenapa dia tidak mencoba untuk memverifikasi sendiri langsung pengetahuan yang dia miliki tidak Dia nunggu orang lain memiliki otoritas Wah kalau Gus Baha ngomong gitu ya sudahudah saya ikutan ngomong gitu kalau Buya Yahya ngomong seperti itu saya ikutan yang seperti itu kalau Jokowi ngomong seperti itu ya udah saya ikutan yang seperti itu ah menurut rudo seperti itu berarti memang seperti itu sepertinya jadi ada otoritas-otoritas lain ya memang mereka memang lebih kapabel Anggaplah seperti itu tapi Adakah kesempatan dari kita dari pikiran kita untuk mencoba menyeleksi pernyataan-pernyataan mereka mana yang benar mana yang tidak mana yang masuk akal mana yang tidak ada engak yang seperti itu jarang di antara kita yang seperti itu itu kita berpikir tidak independen kita bekerja juga tidak independen makanya saya pernah bikin sebuah video yang itu mengejutkan banyak orang di Indonesia saya jelaskan bahwa orang-orang di Eropa maju karena mereka malas dan malasnya bahkan lebih ekstrem daripada kemalasan orang Indonesia jadi contohnya gini waktu saya jalan-jalan ke Eropa pakai Google Earth itu Saya berkunjung ke Swis Saya berkunjung ke Jerman dan sebagainya pemerintah memaksakan agar Setiap perusahaan memberikan waktu luang yang lebih besar kepada para pegawainya banyak di antara negara-negara dan perusahaan-perusahaan yang dimaksud itu sampai bekerjanya hanya Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu libur kemudian bahwa mereka kerjanya hanya dari jam hanya selama 6 jam atau 7 jam dalam sehari dan itu ada aturannya jadi bukannya dibebani dengan jam kerja yang banyak malah di wibkan untuk ngasih beban kerjaan yang lebih sedikit waktu kerja yang lebih sedikit kenapa seperti itu uniknya mereka mengatakan kalau kerja lebih sedikit maka produktivitas lebih tinggi ini beda sama di Indonesia kan jadi produktivitas diukur dari jam kerja nah mereka sebaliknya Semakin sedikit jam kerja semakin produktiflah warga negara di Swiss Jerman dan lain sebagainya Itu kenapa bisa seperti itu karena ketika mereka dikasih waktu menganggur lebih lama maka justru mereka berinisiaat untuk melakukan sesuatu yang lebih besar daripada ketika mereka disuruh dalam sebuah komando jadi apa mereka bukan bermental budak mereka mental Tuan mereka adalah orang-orang bangsawan bukan karena keturunannya tetapi karena mentalitas otak mereka moral mereka adalah moral bangsawan gitu jadi ketika mereka dikasih waktu untuk menganggur mereka bisa menciptakan ini membuat itu berinisiasi ini melakukan ini membangun kelompok membangun jaringan menciptakan sumber daya kemudian membikin teknologi-teknologi baru dan lain sebagainya jadi dikasih waktu luang mereka Langsung tahu apa yang mereka lakukan sedangkan kita Kita enggak punya visi hidup enggak punya tujuan hidup hidup mengalir aja seperti air jadi nungguin orang mengomando pas kita dikasih waktu luang kita ngapain ya eh enggak ngapa-ngapain karena kita tidak bisa membangun diri kita sendiri karena apa kita nunggu disuruh kita adalah mental budak benar enggak gitu Silakan Baraya resapi diri sendiri silakan Baraya berintrospeksi diri apakah Baraya termasuk orang-orang yang seperti itu ketika dikasih nganggur Baraya malah menganggap itu sebagai beban pikiran karena Baraya memang tidak bisa melakukan apapun Baraya senang ketika Baraya bekerja pada orang lain dan mendapat komando dari orang lain apakah Baraya seperti itu kan saya bilang tadi di awal ya bahwa 89% orang yang nonton video ini pasti atau secara statistik mungkin saja bermental Bud Nah apakah Baraya termasuk atau tidak kalau Baraya tidak termasuk nah Baraya silakan kolom komentar isi yang penuh ya tapi saya akan itu itu kan hanya satu hanya satu Di antara sekian ciri dari orang-orang bermental budak Saya akan menyebutkan 10 yang lainnya kali aja Baraya yang awalnya ngaku bahwa saya tidak seperti itu masuk ke dalam beberapa karakteristik ini ya karakteristik mental budak yang kedua itu adalah menganggap bangsa lain lebih unggul daripada bangsa kita jadi misalkan ya sering saya ilustrasikan ketika ada seorang bayi yang lahir kemudian dia tampan ih ganteng kayak Arab ih putih kayak Cina ya kayak gitu kan Nah itu sebenarnya adalah mental budak jadi mental inferior menganggap bahwa bangsa lain itu lebih baik daripada bangsa kita hanya karena ciri-ciri fisiknya gitu dan ciri fisik yang ditentukan baik dan buruk kriteria ganteng atau tidak cantik atau tidak Itu ditentukan seberapa dekat dia dengan karakteristik dari ras tertentu di luar sana begitu nah itu mental budak ciri yang berikutnya tidak percaya diri sama karya sendiri jadi menunjukkan karya eh jangan ah malu saya mah uh takut diketawain uh uh takut dimarahin uh takut dilecehin Nah itu orang-orang mental Budak itu biasanya seperti itu kemudian yang berikutnya merasa dirinya enggak punya tujuan hidup karena apa Karena hidupnya tidak terencana ya sering misalkan datang ke sekolah ngapain ya karena disuruh ya karena formalitas karena diabsen dia enggak punya tujuan kenapa dia harus bersekolah biasa-biasa aja karena ditakut-takutin bahwa nanti kalau enggak sekolah nanti susah nyari kerja pikirannya sebatas itu pikirannya sebatas budak aja kayak gitu kemudian eh yang berikutnya adalah dia mentolelir kejahatan walaupun kejahatan itu lebih lemah jadi ada preman petantang-petenteng ngemalakin kita ya kita bayar aja daripada takut urusan gitu Padahal dia tuh lebih lemah si si preman itu tuh lebih lemah gitu dia cuman satu orang petatang-petenteng sedangkan kita banyakan berapa gitu satu RW gitu ya Tapi biarin aja ada orang yang geber-geber naik motor Weng Weng Weng Weng enggak ada yang berani negur walaupun si yang wengweng itu cuman sendirian kita banyakan tapi enggak berani negur karena apa Udahlah enggak usah ikut urusan sama orang lain udah yang kayak gitu kan itu mentalitas budak tuh kayak gitu penyakit pengecut penakut bahkan ketika dirinya kuat dan besar kemudian ciri karakteristik berikutnya itu adalah e tujuan hidupnya asal jangan disakiti jadi target hidupnya tuh ya Yang penting mah asal kita enggak disakiti aja asal kita enggak miskin aja asal kita enggak menderita aja jadi enggak punya tujuan bahwa saya akan begini saya akan begitu tujuannya itu minimalis ya minimal ginilah segini aja udah nah kayak gitulah kemudian ciri yang berikutnya itu adalah ee berkarya tuh hanya asal jadi karena menganggap bahwa karyanya itu untuk orang lain Jadi kalau anak-anak kuliah gitu misalkan ngerjain tugas dari dosennya yang penting mah jadi copas atau pakai ee cat GPT atau apa langsung kasihin ke dosen karena apa yang penting mah Jadi Pak segini juga udah usaha tuh pak hargai usaha kita nah biasanya orang-orang kayak gitu mental budak gitu kan sebenarnya karya itu adalah untuk diri sendiri tapi karena mereka itu mental budak mereka selalu mengira bahwa karyanya itu adalah untuk orang lain dipersembahkan untuk orang lain Jadi ngerjain sesuatu ya udah yang penting asal jadi asal si Bos kita majikan kita Tuan kita itu eh senang gitu dan sudah puas dengan hasil karyanya kita mah enggak peduli lagi mau jelek juga enggak apa-ap l yang penting ya Ah gimana lagi kita mah kan Budak itu gitu ya kemudian ciri berikutnya menjelekkan tempat dia tinggal atau tempat tempat dia kerja gitu jadi ngomong ke temannya ah tempat kerja saya mah burut jelek gajinya kecil apa gitu tapi dianya enggak mau resign kalau menganggap bahwa tempat kerjanya jelek ya udah resign tapi kan enggak mau jadi ngejelek-jelekin Iya tapi resign enggak mau karena apa sangat ketergantungan pada tempat kerjanya dan dia menganggap bahwa tempat kerjanya itu adalah pilihan terbaik karena enggak ada pilihan yang lebih e baik lagi daripada itu tetapi di sisi lain dia menganggap bahwa Aduh saya dizalimi dihakimi ya kalau dizalimi ya Ah keluar tapi kenapa engak mau keluar ya karena dia takut karena apa mental budak gitu kan ngejelek-jelekin perusahaannya sendiri tapi dia kerja di situ ya karakteristik mental budak gitu kemudian berikutnya itu apa playing Victim selalu menganggap bahwa dirinya itu korban bahwa saya itu diperlakukan dengan buruk bahwa saya itu ya kayak gitulah ya kemudian ini cahaya matahari sudah semakin mendekat harus cepat-cepat kemudian tidak berani berinisiatif Jadi kalau punya ide kalau punya usulan nyuruh orang lain saya tuh punya ide punya pikiran kamu yang ngomong kayak gitu sok ke si Bos Kamu yang ngomong ke si guru sok karena dirinya enggak berani ngomong gitu bahkan banyak ini di di channel saya itu dipenuhi oleh orang-orang yang berkomentar Terima kasih karena sudah mewakili keresahan saya kenapa enggak ngomong sendiri ke orang gitu kan enggak punya platform ya kenapa enggak bikin gitu kenapa enggak berjuang Kenapa bergantung pada orang lain tapi kan memang kalau kita punya inisiatif punya keinginan punya harapan punya cita-cita kita enggak menyampaikan secara langsung kita berharap ada orang yang mewakili kita menyambung lidah kita untuk disampaikan kepada pihak lain atau untuk membangun perubahan Nah itu adalaha satu karakteristik dari mental budak kemudian yang berikutnya itu apa ini yang terakhir kalau orang-orang Budak itu ngumpul kemudian di situ ada gorengan ada cireng ada bala-bala ada gehu dan sebagainya gitu kemudian ada gehu terakhir dan tidak dimakan sampai akhir pertemuan maka fix orang-orang yang berkumpul itu mental budak semuanya Terima kasih karena sudah menyimak saya guru Gembul asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gen z bakal jadi orang tua gagal

Makanan untuk para koruptor